- Cokelat mengandung fenol tingkat tinggi, yang membantu malawan penyakit hati.
- Ketika memakan cokelat, otak kita menghasilkan serotonin, zat kimia "perasa senang".
- Tiga zat kimia yang secara spesifik ditemukan dalam dark chocolate-epicatechin, galic acid, dan flafonoid-diperkirakan melindungi hati kita dan menurukkan tekanan darah. Meskipun begitu, karena tingginya kadar gula dan lemak, agar bisa menyantap sedikit cokelat setiap hari, kurangi kalori di area lain.
- Cokelat tidak menimbulkan jerawat. Cokelat murni mengandung antioksidan yang sebenarnya membantu dalam menghasilkan penampilan kulit yang lebih cantik. Sejumlah pakar meyakini susu yang dicampurkan kedalam cokelatlah merupakan si penjahat sebenarnya.
- Penelitian menunjukan bukti bahwa kokoa yang kaya akan flavonol merangsang aktivitas neurovaskular, menguatkan ingatan dan kewaspadaan.
- satu ounce penuh cokelat mengandung kafein tidak lebih besar daripada secangkir kopi yang sudah dihilangkan kafeinnya.
- Cokelat memicu pelepasan endorfin, yang menurunkan sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit.
- Keluhan medis yang mendapatkan perawatan dengan cokelat mencakup anemia, rendahnya selera makan, kelelahan mental, tuberkulosis, demam, encok, batu ginjal, mengurangi umur panjang, dan hasrat seksual yang rendah.
- Satu penelitian di Cornell University menemukan bahwa kokoa panas mengandung antioksidan hampir dua kali dari anggur merah dan tiga kali dari jumlah yang ditemukan dalam teh hijau.
Cokelat yang dipersiapkan dengan baik merupakan makanan dengan nilai kesehatan sebesar kenikmatannya; cokelat tidak menyebabkan efek berbahaya terhadap kecantikan feminin, namun sebaliknya justru merupakan penyembuhan bagi mereka.
Wednesday, May 9, 2012
Kehidupan Itu Singkat - Makanlah Cokelat
Para pecinta cokelat akan memakan cokelat, entah itu bagus untuk kita atau tidak. Namun, katika satu penelitian tentang cokelat muncul dengan satu teori yang sepenuhnya berbeda tentang betapa bagusnya cokelat untuk kita, well, rasanya seperti Empat Juli, heboh sekali. Lepaskan roketnya! Lebih banyak kesenangan, lebih sedikit rasa bersalah. Berikut beberapa penemuan menakjubkan itu.
Satu Tradisi Telah Lahir
Lebih dari tujuh puluh tahun lalu, seorang pegawai di DeMet's Chocolate Factory (sekarang milik Nestle) berkomentar kepada seorang rekan kerjanya bahwa permen cokelat baru perusahaan itu, satu resep orisinal cokelat susu asli dan karamel lembut dengan pecan segar yang bisa dilihat dengan jelas dari segala sisi, tampak seperti "kura-kura". Nama kura-kura pun kemudian dipakainya.
Awal Sesuatu yang Hebat
Catatan pertama tentang penggunaan kakao pada 1000 SM pada peradaban Mesoamerika. Cokelat baru tiba di Inggris awal 1700-an M, dan cokelat padat untuk dikonsumsi baru dikembangkan pada 1830.
Semua ini berawal dengan pohon kakao, pohon dari Amerika Latin yang tetap hijau sepanjang tahun. Buganya tumbuh langsung dari batang pohon, sering kali di dasar pohon. sejumlah bunga menghasilkan buah yang berbentuk seperti bola football, yang bergaris-garis seperti labu dan berwarna kuning kemerahan. Hanya bijinya, atau kacang kakao, yang ada di dalam buahlah yang bisa diolah untuk dibuat cokelat. Kacang kakao ini diekstraksi, dikeringkan, dan difermentasikan dengan sinar matahari, kemudian dikirim ke perusahaan di seluruh dunia yang mengambil biji-biji yang telah dikeringkan dan difermentasikan tersebut, sekarang dikenal sebagai kacang kokoa, serta menciptakan cokelat.
Pembuatan inti cokelat yang belum diberi pemanis ini cukup sederhana. Pembuatan cokelat memanggang, menghancurkan, dan kemudian menggiling kacang kokoa di antara penggiling panas raksasa untuk menghasilkan cairan cokelat kemerahan selembut satin, sangat kaya akan mentega kokoa, tapi rasanya sangat pahit. Inti cokelat ini merupakan makanan murni. Tidak ada yang ditambahkan kekacang, tidak ada yang dihilangkan. Cairan ini kemudian dituang ke dalam cetakan. begitu didinginkan dan dibungkus, cokelat ini disebut sebagai cokelat tanpa pemanis, atau cokelat masak.
Juru masak, pembuat roti, dan pembuat permen cokelat menambahkan gula, vanila, susu, kacang, buah, dan sejumlah bahan lain kedalam cokelat tanpa pemanis ini untuk menghasilkan sajian yang memuaskan indra perasa kita dan menggoda saraf pengecap kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)